Maafkanlah,
Jika perbuatanku menyakiti kalian..
Maafkanlah,
Jika lisanku melukai kalian..
Maafkanlah.
Sungguh diri ini hanya manusia biasa..
Yang kapan saja masih bisa melukai orang lain..
Entah itu disengaja ataupun tidak.
Diri ini masih sangat jauh dari kata sholehah..
Tetapi, apakah salah jika diri ini ingin menjadi wanita sholehah..
Apakah surga tak layak buatku..
Tolong nasehati diri ini..
Tolong tegur diri ini..
Tolong beritahu diri ini..
Jika kalian masih terluka karenanya.
Marah?
Pasti diri ini sangat marah..
Kecewa?
Pasti diri ini sangat kecewa..
Sebab, diri ini masih saja melukai orang lain.
Ya Allah..
Tolong lembutkanlah hati ini..
Supaya tak menaruh dendam pada orang lain..
Tolong jagalah lisan ini..
Supaya tak membuat hati orang- orang disekitar terlukai. 😢
Maafkanlah,
Jika perbuatanku menyakiti kalian..
Maafkanlah,
Jika lisanku melukai kalian..
Maafkanlah.
Sungguh diri ini hanya manusia biasa..
Yang kapan saja masih bisa melukai orang lain..
Entah itu disengaja ataupun tidak.
Diri ini masih sangat jauh dari kata sholehah..
Tetapi, apakah salah jika diri ini ingin menjadi wanita sholehah..
Apakah surga tak layak buatku..
Tolong nasehati diri ini..
Tolong tegur diri ini..
Tolong beritahu diri ini..
Jika kalian masih terluka karenanya.
Marah?
Pasti diri ini sangat marah..
Kecewa?
Pasti diri ini sangat kecewa..
Sebab, diri ini masih saja melukai orang lain.
Ya Allah..
Tolong lembutkanlah hati ini..
Supaya tak menaruh dendam pada orang lain..
Tolong jagalah lisan ini..
Supaya tak membuat hati orang- orang disekitar terlukai. 😢
Oleh Ustadz Bachtiar Nasir
cinta dan kasih sayang manusia hanyalah setitis, jika di bandingkan dengan lautan cinta dan kasih sayang allah swt.
Kamis, 24 September 2015
Jumat, 18 September 2015
Jangan Biasakan Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian
Oleh: Ernydar Irfan
RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.
Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.
Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.
“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).
“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).
Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).
“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.
Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.
Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.
Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak. []
Oleh: Ernydar Irfan
RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.
Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.
Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.
“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).
“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).
Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).
“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).
Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.
Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.
Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.
Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak. []
Langganan:
Postingan (Atom)


